Siklus
Terjadinya Menstruasi
Menstruasi
yang sering mendapat sebutan haid adalah suatu kejadian yang hanya dialami oleh
kaum wanita saja. Yaitu peristiwa lepasnya dinding pada rahim yang
dibarengi dengan munculnya pendarahan. Peristiwa ini terjadi satu kali dalam
jangka waktu satu bulan. Peristiwa atau proses menstruasi pada wanita ini dinamakan siklus menstruasi.
Semua
wanita akan mengalami hal ini ketika usianya sudah menginjak sekitar sebelas
tahun dan akan terjadi secara terus menerus hingga umurnya mencapai usia
sekitar empatpuluh lima tahunan, kecuali sedang ada gangguan atau selama
menjalani masa kehamilan.
Proses
menstruasi pada wanita ini dalam setiap bulannya berlangsung antara tiga hingga
tujuh hari. Siklus dari menstruasi ini punya variasi yang masing-masing wanita
memiliki perbedaan. Namun kebanyakan (90%) wanita mempunyai siklus antara
duapuluh lima sampai tigapuluh lima hari. Namun ada pula yang siklusnya
berlangsung dalam jangka waktu duapuluh delapan hari. Ada pula yang siklus
menstruasinya tidak beraturan. Ini biasanya terjadi pada wanita yang mempunyai suatu kelainan atau
penyakit dan bermasalah dengan kesuburannya.
Fase
Dalam Satu Siklus Menstruasi
Proses
menstruasi pada wanita dalam setiap siklusnya terdapat empat fase atau kejadian yang harus dilewati. Adapun urut-urutannya
adalah sebagai berikut :
1. Fase folikel
Fase ini terjadi pada setiap akhir satu siklus menstruasi. Dari salah satu bagian tubuh akan mengeluarkan hormon yang dinamakan gonadotropin. Yaitu hormon yang bisa memberi rangsangan untuk melepas hormon lain yang mendorong terjadinya pertumbuhan folikel. Kemudian pada hari ke satu sampai empat belas folikel terus tumbuh di dalam ruang ovarium dan bila sudah matang akan menghasilkan hormon lain yang akan membuat tumbuh endometrium pada dinding di rahim.
Fase ini terjadi pada setiap akhir satu siklus menstruasi. Dari salah satu bagian tubuh akan mengeluarkan hormon yang dinamakan gonadotropin. Yaitu hormon yang bisa memberi rangsangan untuk melepas hormon lain yang mendorong terjadinya pertumbuhan folikel. Kemudian pada hari ke satu sampai empat belas folikel terus tumbuh di dalam ruang ovarium dan bila sudah matang akan menghasilkan hormon lain yang akan membuat tumbuh endometrium pada dinding di rahim.
2. Fase Estrus
Yaitu peristiwa naiknya estrogen dengan tujuan membuat pertahanan terhadap petumbuhan sekaligus memberi rangsangan agar terjadi pembelahan terhadap endometrium di uterus. Peran lain dari kerjadian ini adalah memperlambat terjadinya pembentukan zat yang menghasilkan suatu hormon lain yang berfungsi untuk memberi rangsangan folike yang sudah matang dan melaksanakan ovulasi di rahim. Hal ini biasanya berlangsung di hari keempat belas dari dan dalam satu ovulasi bisa menghasilkan satu osit.
Yaitu peristiwa naiknya estrogen dengan tujuan membuat pertahanan terhadap petumbuhan sekaligus memberi rangsangan agar terjadi pembelahan terhadap endometrium di uterus. Peran lain dari kerjadian ini adalah memperlambat terjadinya pembentukan zat yang menghasilkan suatu hormon lain yang berfungsi untuk memberi rangsangan folike yang sudah matang dan melaksanakan ovulasi di rahim. Hal ini biasanya berlangsung di hari keempat belas dari dan dalam satu ovulasi bisa menghasilkan satu osit.
3. Fase Luteal
Setelah folikel mendapat rangsangan dan membuat korpus atau badan kuning, maka akan dihasilkan progestron yang dapat membuat endometrium bisa menjadi tebal namun lembut. Dalam jangka waktu sepuluh hari, uterus sudah siap untuk dibuahi. Dan bila memang ada pembuahan, maka terjadilah kehamilan. Maka menstruasi tidak akan terjadi.
Setelah folikel mendapat rangsangan dan membuat korpus atau badan kuning, maka akan dihasilkan progestron yang dapat membuat endometrium bisa menjadi tebal namun lembut. Dalam jangka waktu sepuluh hari, uterus sudah siap untuk dibuahi. Dan bila memang ada pembuahan, maka terjadilah kehamilan. Maka menstruasi tidak akan terjadi.
4. Fase menstruasi atau pendarahan
Bila tidak terjadi pembuahan, maka kehamilan juga tidak akan terjadi. Selanjutnya progeterone akan mengalami masa penurunan produksi pada hari yang ke duapuluh enam. Kejadian selanjutnya adalah badan kuning tidak akan melakukan produksi lagi dan lapisan di uterus dengan dinding yang berada di rahim menjadi lepas di hari yang ke duapuluh delapan.
Saat itulah terjadi pendarahan dari dalam rahim yang dikenal dengan nama manstruasi atau haid. Sedangkan darah yang keluar ini dinamakan darah menstruasi atau disingkat darah mens.
Bila tidak terjadi pembuahan, maka kehamilan juga tidak akan terjadi. Selanjutnya progeterone akan mengalami masa penurunan produksi pada hari yang ke duapuluh enam. Kejadian selanjutnya adalah badan kuning tidak akan melakukan produksi lagi dan lapisan di uterus dengan dinding yang berada di rahim menjadi lepas di hari yang ke duapuluh delapan.
Saat itulah terjadi pendarahan dari dalam rahim yang dikenal dengan nama manstruasi atau haid. Sedangkan darah yang keluar ini dinamakan darah menstruasi atau disingkat darah mens.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar anda akan selalu kami respon