Sabtu, 09 April 2011


Siklus Terjadinya Menstruasi

Menstruasi yang sering mendapat sebutan haid adalah suatu kejadian yang hanya dialami oleh kaum wanita saja.  Yaitu peristiwa lepasnya dinding pada rahim yang dibarengi dengan munculnya pendarahan. Peristiwa ini terjadi satu kali dalam jangka waktu satu bulan. Peristiwa atau proses menstruasi pada wanita ini dinamakan siklus menstruasi.

Semua wanita akan mengalami hal ini ketika usianya sudah menginjak sekitar sebelas tahun dan akan terjadi secara terus menerus hingga umurnya mencapai usia sekitar empatpuluh lima tahunan, kecuali sedang ada gangguan atau selama menjalani masa kehamilan
Proses menstruasi pada wanita ini dalam setiap bulannya berlangsung antara tiga hingga tujuh hari. Siklus dari menstruasi ini punya variasi yang masing-masing wanita memiliki perbedaan. Namun kebanyakan (90%) wanita mempunyai siklus antara duapuluh lima sampai tigapuluh lima hari. Namun ada pula yang siklusnya berlangsung dalam jangka waktu duapuluh delapan hari. Ada pula yang siklus menstruasinya tidak beraturan. Ini biasanya terjadi pada wanita yang mempunyai suatu kelainan atau penyakit dan bermasalah dengan kesuburannya.
Fase Dalam Satu Siklus Menstruasi
Proses menstruasi pada wanita dalam setiap siklusnya terdapat empat fase atau kejadian yang harus dilewati. Adapun urut-urutannya adalah sebagai berikut :
1.     Fase folikel

Fase ini terjadi pada setiap akhir satu siklus menstruasi. Dari salah satu bagian tubuh akan mengeluarkan hormon yang dinamakan gonadotropin. Yaitu hormon yang bisa memberi rangsangan untuk melepas hormon lain yang mendorong terjadinya pertumbuhan folikel. Kemudian pada hari ke satu sampai empat belas folikel terus tumbuh di dalam ruang ovarium dan bila sudah matang akan menghasilkan hormon lain yang akan membuat tumbuh endometrium pada dinding di
rahim.
2.     Fase Estrus

Yaitu peristiwa naiknya estrogen dengan tujuan membuat pertahanan terhadap petumbuhan sekaligus memberi rangsangan agar terjadi pembelahan terhadap endometrium di uterus. Peran lain dari kerjadian ini adalah memperlambat terjadinya pembentukan
zat yang menghasilkan suatu hormon lain yang berfungsi untuk memberi rangsangan folike yang sudah matang dan melaksanakan ovulasi di rahim. Hal ini biasanya berlangsung di hari keempat belas dari dan dalam satu ovulasi bisa menghasilkan satu osit.
3.     Fase Luteal

Setelah folikel mendapat rangsangan dan membuat korpus atau badan kuning, maka akan dihasilkan progestron yang dapat membuat endometrium bisa menjadi tebal namun lembut. Dalam jangka waktu sepuluh hari, uterus sudah siap untuk dibuahi. Dan bila memang ada pembuahan, maka terjadilah kehamilan. Maka menstruasi tidak akan terjadi.
4.     Fase menstruasi atau pendarahan

Bila tidak terjadi pembuahan, maka kehamilan juga tidak akan terjadi. Selanjutnya progeterone akan mengalami masa penurunan produksi pada hari yang ke duapuluh enam. Kejadian selanjutnya adalah badan kuning tidak akan melakukan produksi lagi dan lapisan di uterus dengan dinding yang berada di rahim menjadi lepas di hari yang ke duapuluh delapan.

Saat itulah terjadi pendarahan  dari dalam rahim yang dikenal dengan nama manstruasi atau haid. Sedangkan darah yang keluar ini dinamakan darah menstruasi atau disingkat darah
mens.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda akan selalu kami respon